Perkembangan Digital Indonesia: Sebuah Kilas Balik di Tahun 2018

Hampir saja usai, tahun 2018 menelurkan beberapa tren baru dalam dunia digital. Beberapa hal telah berkembang menjadi lebih modern dan mudah. Mau tahu apa saja 5 peringkat teratas dari perkembangan digital Indonesia yang terjadi selama setahun ke belakang? Simak di sini jawabannya!

Bukan Lagi “Mobile First”, Kini Masanya “Mobile Only

Tahun 2018 menunjukkan adanya lonjakan pengguna mobile dalam mengakses internet. Perkembangan fitur smartphone yang semakin canggih dan mumpuni sepertinya menjadi dalang dari menurunnya penggunaan akses internet melalui desktop.

Bahkan, jumlah pengakses internet melalui fitur mobile diketahui mencapai angka 94% pada tahun ini. Angka yang cukup mencengangkan dan pertumbuhan yang sangat pesat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang hanya memiliki presentase pengguna internet mobile sebanyak 40%.

Tidak hanya kecanggihan smartphone yang menjadi dalang lonjakan ini. Melainkan, harga yang ditawarkan dari para produsen smartphone yang semakin terjangkau juga dapat menjadi sebabnya.

Bukan tanpa sebab, harga terjangkau ini lahir dari semakin ketatnya persaingan pasar smartphone di dunia yang membuat para produsen memutar otaknya untuk menjadikan produk mereka yang paling banyak dicari oleh calon konsumen Ternyata, salah satu jawabannya adalah smartphone berharga murah yang angka pencariannya di Google melonjak hingga 2 kali lipat dalam beberapa tahun ini..

Perkembangan digital Indonesia ini menyebabkan angka ketergantungan konsumen pada smartphone sebelum membeli barang menjadi meningkat hingga 68%. Ketergantungan ini umumnya muncul dalam bentuk keinginan mencari review dan informasi dari produk atau layanan yang ingin dibeli dan digunakan.

Masyarakat Desa yang Ikut Melek Teknologi

Kini, bukan hanya masyarakat kota besar yang dapat merasakan perkembangan digital Indonesia, masyarakat desa juga ikut melek teknologi dan tidak ketinggalan merasakan keuntungannya. Bahkan, jumlah pengakses internet masyarakat desa semakin bertumbuh dan bertambah.

Pertumbuhan ini diiringi dengan data bahwa masyarakat di luar kota besar cenderung lebih banyak melakukan pencarian untuk masalah paket data dan koneksi internet terbaik hingga 46%. Hal ini membuktikan kehausan mereka akan koneksi internet yang dapat menunjang kebutuhan mereka seperti masyarakat kota besar.

Akan tetapi, tidak hanya menumbuhkan pencarian pada kebutuhan paket data dan koneksi internet. Pengguna internet di luar kota besar juga ikut berkontribusi dalam menumbuhkan lonjakan pencarian dalam sektor kecantikan, perawatan bayi, dan perawatan pribadi. Bahkan lonjakan pencarian di beberapa sektor tadi diketahui tumbuh lebih besar di daerah pedesaan dibanding dengan kota-kota besar.

Yang lebih mencengangkan lagi, 52% asal dari pencarian produk kecantikan adalah dari masyarakat di luar kota besar. Angka ini masih terus bertumbuh, dan pertumbuhan pencarian produk kecantikan di kalangan masyarakat luar kota besar diketahui melebihi pertumbuhan di kota besar hingga 2 kali lipat.

Perkembangan Digital Indonesia yang Menghancurkan Stereotipe

Mungkin jika mendengar kata belanja, hal ini identik dengan perempuan dalam stereotipe dan pandangan masyarakat Indonesia. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman dan adanya perkembangan digital Indonesia, stereotipe ini perlahan-lahan menghilang.

Atau, kebanyakan pembelanjaan produk perawatan bayi umumnya dilakukan oleh perempuan dan kebanyakan adalah seorang ibu. Namun, tidak demikian dengan munculnya kemudahan belanja online. Saat ini, diketahui 1 dari 3 pembeli produk perawatan bayi adalah laki-laki.

Selain itu, produk perawatan tubuh laki-laki juga kini meningkat pencariannya hingga 2,7 kali lebih besar. Hal ini membuktikan bahwa stereotipe laki-laki tidak suka bercanda berhasil dihancurkan oleh perkembangan digital.

Konsumen yang Kepo, Menuntut, dan Tidak Sabar

Perkembangan digital Indonesia semakin memudahkan orang-orang dalam melakukan pencarian deskripsi sebuah produk yang ingi dibeli. Hal ini membuat para konsumen yang terbuai dengan kemudahan akses digital menjadi semakin kepo atau selalu penasaran dengan sesuatu.

Kemudahan ini juga membuat para konsumen online menjadi lebih menuntut dan tidak sabar. Sekitar 53% konsumen online tidak sabar dan akan menutup sebuah website jika waktu loading-nya lebih dari 3 detik. Mereka menuntut informasi dan pelayanan yang cepat dan instan dengan semua kemudahan yang biasa mereka dapatkan ini.

Pertumbuhan Transaksi Tanpa Uang yang Semakin Marak

Mungkin akan membingungkan jika membicarakan transaksi tanpa uang pada beberapa tahun lalu. Namun, pada tahun 2018, hal ini bukan lagi sebuah kemustahilan. Uang digital semakin marak digunakan dan berkembang dengan pesat.

Kebanyakan transaksi tanpa uang ini berasal dari sektor ecommerce, situs booking pariwisata online, dan aplikasi antar jemput. Kelahiran dari e-money dapat dikatakan dimulai dari tahun 2018 ini yang semakin masif penggunaannya dalam berbagai aspek.

Bahkan, kini pembayaran bill di restoran hingga supermarket telah dapat dilakukan hanya dengan scan barcode dari smartphone dan total transaksi akan muncul dan terbayarkan langsung. Mudah dan cepat.

Dengan melihat perkembangan digital Indonesia pada tahun ini, dapat disimpulkan bahwa pemasaran produk akan semakin efektif jika memanfaatkan hal tersebut. Carilah celah dan kekurangan dari website dan produk Anda untuk mengoptimalisasi pemasaran digital yang Anda lakukan. Cobalah juga memudahkan keinginan calon konsumen dalam pencarian produk dengan membuat iklan google ads yang akan selalu muncul di halaman pertama pencarian Google.