E-Commerce di Indonesia dan Pengaruh yang Dibawanya

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia pada beberapa tahun terakhir sangat populer. Bahkan, diketahui nilai investasi sektor e-commerce sangat tinggi sehingga e-commerce digolongkan sebagai salah satu sektor ekonomi yang paling strategis.

Bahkan, sejumlah survei menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia. Diketahui jumlah persentase pertumbuhan e-commerce di Indonesia mencapai angka 78% pertahunnya. Padahal, peringkat keduanya yang merupakan negara Meksiko hanya memiliki angka pertumbuhan sebesar 59% pertahunnya. Tentunya dapat dilihat bahwa perbedaan ini sangatlah jauh dan signifikan.

Wajar saja jika angka pertumbuhan e-commerce di Indonesia bisa sampai sebesar itu, sebab jumlah situs belanja online yang ada di Indonesia diketahui ada ratusan. Semua e-commerce ini memiliki beragam kelompok produk yang dapat memenuhi segala kebutuhan mulai dari elektronik, pakaian, kesehatan, kecantikan, hingga hobi.

Jika diproyeksikan, tingkat pertumbuhan tahunan gabungan antara tahun 2015-2025 berkisar di angka 41%. Namun, jika proyeksi gabungan tingkat pertumbuhan tahunannya berada di antara 2015-2018, presentase angkanya mencapai 94%. Dengan proyeksi pertumbuhan gabungan sebesar ini, tidak heran jika nilai dari e-commerce di Indonesia mencapai 12 Triliyun USD.

Berpindahnya Transaksi Belanja Offline Menjadi Online

Indonesia merupakan salah satu negara dengan muslim terbanyak di dunia. Hal ini membuat Indonesia kental dengan budaya lebaran untuk merayakan Idul Fitri selepas bulan Ramadan. Salah satu kebiasaan dari budaya lebaran adalah belanja besar-besaran.

Dulu, saat ranah digital belum merebak di Indonesia, belanja masih dilakukan secara konvensional dengan datang ke pasar ataupun pusat perbelanjaan. Jika dahulu mall dan pasar dipenuhi dan dipadati dengan pembeli, kini pada bulan Ramadan beberapa tahun terakhir, pembelanjaan e-commerce diketahui ikut melonjak hingga sebesar 1,4 kali.

Produk-produk yang melonjak pembeliannya ketika lebaran tidak hanya produk fesyen, melainkan juga produk kecantikan dan elektronik.

Kebiasaan belanja online juga tidak hanya melonjak pada musim lebaran, tetapi juga dengan adanya Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional). Selama adanya musim Harbolnas, peningkatan akses pada e-commerce juga turut melonjak hingga 4 kali.

Pada musim-musim ini, penjualan produk elektronik meningkat sebanyak 1,5 kali, produk pakaian meningkat sebanyak 1,3 kali, dan produk kecantikan meningkat sebanyak 1,7 kali.

Semakin Mudah dan Murahnya Pembelian Produk Import Premium

Tadinya, pembelian barang-barang import cukup sulit dan mahal. Ada banyak prosedur dan biaya pajak serta pengiriman yang perlu dipenuhi jika ingin membeli barang import premium. Namun, semenjak adanya e-commerce yang berbasis di dalam maupun luar negeri, pembelian dan pengiriman barang menjadi semakin mudah dan murah.

Dengan kemudahan ini, peningkatan pada produk-produk import premium terutama produk kecantikan dan perawatan melonjak hingga 3,5 kali pada tahun 2018. Padahal, pada tahun 2016 peningkatan pembelian produk-produk import premium ini hanya sebesar 2,5 kali.

Produk pakaian premium juga turut meningkat penjualannya berkat adanya e-commerce. Pada beberapa tahun terakhir, mode pakaian yang sedang populer adalah model streetwear, sehingga meningkatkan pencarian kata kunci “luxury streetwear” sampai 6,3 kali dalam kurun dua tahun terakhir.

E-Commerce Si Toko Serba Ada

Pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat juga disebabkan oleh kelengkapan yang disediakan oleh platform ini. Pembeli dimanjakan dengan berbagai kelengkapan yang dapat dibeli tanpa perlu ke mana-mana.

Bahkan, e-commerce juga memiliki dan menawarkan produk-produk elektronik yang cukup besar, misalnya seperti AC, kulkas, dan TV. Namun, ternyata terdapat perilaku pengguna e-commerce yang dapat diperhatikan. Pengguna e-commerce cenderung lebih banyak mencari produk ramah lingkungan seperti kulkas 2 pintu yang meningkat pencariannya melonjak 2,3 kali, atau AC inverter yang pencariannya melonjak 1,7 kali sejak 2016.

Tidak hanya itu, penjualan dari aksesoris telepon genggam yang umumnya berharga murah juga banyak dijual di e-commerce. Pembeli produk ini juga banyak, dibuktikan dengan lonjakan pencarian kata kunci “screen protector” sebanyak 1,6 kali, kata kunci “casing HP” 2,3 kali, dan kata kunci “kabel HP” 1,6 kali.

Pengaruh yang dibawa dari fenomena e-commerce di Indonesia membuat banyak kemudahan bagi kehidupan. Fenomena ini juga dianggap membawa banyak keuntungan bagi sektor perekonomian Indonesia.

Sayangnya, persaingan antara satu e-commerce dengan yang lainnya sangatlah ketat. Hal ini diakibatkan oleh banyaknya e-commerce yang muncul baru-baru ini. Oleh karena itu, untuk meningkatkan performa dan popularitas e-commerce sebaiknya Anda menggunakan jasa iklan google ads, youtube ads, atau social media ads. Jasa ini diketahui ampuh dalam meningkatkan popularitas dan menarik banyak calon konsumen untuk membeli produk di e-commerce Anda.