Bisnis Kuliner Online, Fenomena Perkembangan Teknologi 2018

Bisnis kuliner tidak pernah mati tergilas zaman, malah sektor bisnis ini turut berkembang dengan kehadiran teknologi dan menghadirkan bisnis kuliner online. Sebuah inovasi baru pada kehidupan manusia ini memungkinkan konsumen untuk memesan makanan tanpa beranjak dari rumah.

Sebenarnya, perkembangan ini tidak lain akibat dari kebiasaan manusia modern yang menuntut segala hal serba praktis. Kemudian, didukung dengan hadirnya teknologi dan jasa antar online, bisnis kuliner 2018 merambah dunia digital. Fenomena perkembangan dalam kemudahan mendapatkan makanan ini sepertinya mampu meningkatkan kecintaan orang-orang Indonesia pada makanan.

Bisnis Kuliner Online yang Dikawal Demam Makanan di Internet

Pada tahun ini, pencarian yang terkait dengan makanan lebih tinggi 1,5 kali dibandingkan kategori perawatan tubuh dan lebih tinggi 1,9 kali dibanding kategori ibu dan bayi. Sedangkan untuk pertumbuhannya sendiri, pencarian kategori makanan meningkat sebanyak 7 kali dalam 12 bulan terakhir.

Ternyata, pertumbuhan akan rasa cinta pada makanan ini tidak hanya sebatas pada produk makanan jadi. Orang Indonesia juga meningkatkan pengetahuannya tentang makanan dengan mencari tahu resep dan tren makanan. Hal ini dibuktikan dengan kata kunci “masakan rumahan” yang meningkat sebanyak 3,5 kali pada tahun ini.

Demam akan makanan pada platform digital juga merambah ke dunia Youtube yang menghasilkan sekitar 6000 kanal Indonesia yang berisi tentang makanan. Tidak hanya pertumbuhan akun kanal yang meningkat, jumlah subscribers pada akun-akun ini juga meningkat hingga 5 kali lebih besar pada tahun ini.

Bisnis Kuliner Online yang Kekinian

Tahun 2018 identik dengan berbagai macam tren baru yang mudah sekali merebak dan membawa demam ke masyarakat. Beberapa tren hanya bertahan sebentar dan kemudian hilang setelah kalah populer dengan tren lainnya. Begitu pula dengan bisnis kuliner, berbagai makanan baru muncul silih berganti menjadi suatu yang viral dan dicari-cari banyak orang ketika sedang populer. Namun, sayangnya bisnis kuliner kekinian tidak selalu dapat bertahan lama.

Sebut saja beberapa makanan dan minuman seperti, Es Kepal Milo, Cappucino Cincau, Banana Nugget, atau Bubble Tea yang sempat booming beberapa saat lalu namun segera hilang populer juga dalam beberapa saat. Kemungkinan karena masyarakat hanya sekadar ingin mencoba dan merasa bahwa rasanya kurang cocok sehingga makanan viral ini segera hilang setelah beberapa saat.

Namun, antusiasme orang Indonesia dalam mencari bisnis kuliner kekinian cukup tinggi. Bahkan, kata kunci “minuman kekinian” dalam pencarian meningkat hingga 6 kali dalam 12 bulan terakhir.

Laris Manis Makanan Asing dalam Dunia Bisnis

Bukan hanya makanan asli Indonesia, peningkatan popularitas makanan juga dirasakan oleh berbagai makanan asing dari luar Indonesia. Hal ini menyebabkan menjamurnya restoran-restoran yang menyediakan makanan luar negeri. Saat ini, mencari makanan dari negara lain tidaklah sulit, bahkan cenderung sangat mudah dilakukan. Sudah banyak restoran dengan spesialisasi makanan suatu negara yang dapat mudah ditemukan di pinggir jalan ataupun di mall.

Ternyata, hal ini sejalan dengan meningkatnya presentase makanan-makanan luar negeri dalam kolom pencarian Google. Pada tahun ini, kata kunci “Korean cuisine” meningkat hingga 30 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Begitu juga dengan makanan Turki yang meningkat 23 persen. Tidak mau kalah, makanan Jepang juga turut meningkat pencariannya di internet hingga sekitar 20 persen. Selain itu, makanan Prancis juga meningkat pencariannya hingga 12 persen pada tahun ini.

Dapat dikatakan bahwa perkembangan internet di Indonesia memengaruhi gaya hidup penggunanya. Dengan viralnya makanan-makanan yang ada di internet, hal itu berlanjut ke dunia nyata yang menyebabkan banyaknya penjual makanan baru yang bermunculan.

Bagi dunia kuliner tentunya ini merupakan hal positif, sebab akan menyebabkan keberagaman makanan yang ada di Indonesia. Selain itu, bisnis kuliner online juga salah satu cara ampuh yang dapat membantu pelestarian makanan-makanan tradisional yang Indonesia miliki.